5 Pertanyaan tentang Serba-serbi Ijtihad yang Perlu Diketahui Muslim

Opini, (28/10/2022) --  Ijtihad merupakan istilah yang merujuk pada usaha menetapkan aturan atau hukum atas suatu permasalahan dalam Islam. Nah, berikut serba serbi ijtihad yang perlu diketahui muslim:

1Apa itu “Ijtihad”?

Kata “ ijtihad ” berasal dari bahasa Arab yang diambil dari kata asal  jahd , yang berarti berusaha. Dalam pengertian hukum,  ijtihad  adalah proses hukum di mana ahli hukum mempraktikkan penalarannya sendiri berdasarkan ketentuan yang ditetapkan syari`ah untuk memperoleh atau menghasilkan keputusan yang berkaitan dengan masalah yang sesuai dengan semangat umum  syari`ah  dan tujuannya.

Oleh karena itu, ijtihad  adalah praktik nalar seseorang untuk sampai pada kesimpulan logis tentang suatu masalah hukum yang dilakukan oleh para ahli hukum untuk menyimpulkan suatu kesimpulan tentang efektivitas suatu persepsi hukum dalam Islam. ( Sari`ah; Hukum Islam , oleh Abdur Rahman I. Doi)

Ini penting karena Islam bersifat universal dan manusia selalu menghadapi tantangan baru yang tidak dipertimbangkan oleh interpretasi lama. Tetapi hanya ulama yang memenuhi syarat yang dapat melakukannya, dan hanya ketika menafsirkan hukum Islam di sekitar hal-hal yang dapat diperdebatkan, tidak kokoh, fundamental Islam yang tidak berubah.

Apa pentingnya ijtihad?

Membolehkan  ijtihad  adalah salah satu karakteristik Islam yang paling penting karena menunjukkan fleksibilitas syariat Islam dan kesesuaiannya untuk semua waktu dan tempat.

Ijtihad  sangat penting untuk menawarkan solusi dan memberikan perspektif Syariah dalam setiap masalah baru, karena para ahli hukum Muslim sepakat bahwa semakin banyak orang hidup, semakin banyak mereka memiliki masalah baru dan semakin kita akan membutuhkan aturan baru untuk masalah ini.

Dengan kemajuan luar biasa dalam teknologi dan sains, orang menghadapi masalah baru dan membutuhkan solusi untuk itu. Mereka akan langsung beralih ke Syariah untuk konsultasi dan bimbingan.

Jika syari`at tidak mampu memberikan solusi dan jawaban, maka hal ini akan dianggap sebagai kekurangan besar dalam arti tidak akan dianggap berlaku untuk semua waktu dan ruang.

Dengan demikian, menutup pintu  ijtihad  berarti mengatakan bahwa Islam tidak transenden waktu dan tempat, yang ditolak secara total.

Siapa yang bisa mempraktikkan  Ijtihad?

Ketika kita mengatakan bahwa pintu  ijtihad  tidak tertutup, ini tidak berarti pintu itu terbuka untuk semua orang.

Syariah tidak terbuka untuk gangguan atau setiap orang yang lewat.

Hanya ulama yang menguasai syariat yang dapat melakukan  ijtihad .

Orang yang melakukan  ijtihad  disebut  mujtahid.

Ada syarat-syarat tertentu bagi seorang  mujtahid, yang harus mencakup hal-hal berikut:

1.    Seseorang harus fasih dengan Al-Qur’an, alasan dan waktu turunnya wahyu, hukum umum dan khusus ( `aam dan  khaas ), dan hukum pembatalan.

2.    Seseorang harus mengetahui Sunnah , klasifikasi hadits , cara-cara periwayatan, dan ilmu perawi ( `ilm Ar-rijaal ).

3.    Seseorang harus fasih dengan bahasa Arab , sintaksis, ilmu retorika, kiasan, dan cara berekspresi ( turuq al-bayan ).

4.    Seseorang harus mengenal dengan baik semua sumber hukum Islam lainnya, termasuk ijma`  (konsensus hukum),  qiyas  (pengurangan), dan  istihsan  (pilihan hukum).

4Kapan Ijtihad perlu dilakukan?

Sebagaimana dinyatakan di atas,  ijtihad  tidak terbuka untuk sembarang orang; sebaliknya, itu hanya terbuka untuk para sarjana terpelajar.

Juga, dalam ruang lingkup  ijtihad , tidak semua topik dan masalah tunduk pada  ijtihad , karena aturannya: tidak ada  ijtihad  dalam keberadaan teks hukum.

Dengan demikian, dasar-dasar  Syariah  yang didefinisikan dengan baik dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, saw, tidak tunduk pada  ijtihad .

Oleh karena itu, tidak ada  ijtihad  untuk menentukan pembagian harta warisan karena hal itu telah dijelaskan dengan baik dalam Al-Qur’an dan tidak ada  ijtihad  untuk menentukan hukuman bagi pencurian, perzinahan, perampokan di jalan raya ( hirabah ), karena semua ini dijelaskan secara tepat dalam Al-Qur’an.

Juga, tidak ada yang bisa mempraktekkan  ijtihad  untuk mengatakan bahwa jilbab tidak wajib, karena telah dinyatakan wajib dalam Al-Qur’an oleh Pemberi Hukum.

Juga, tidak ada  ijtihad  dalam masalah-masalah yang terkenal dan didefinisikan dalam Islam seperti dasar-dasarnya atau dalam hal-hal yang telah diputuskan sebelumnya dan disepakati dengan suara bulat.

Tidak ada yang bisa melakukan  ijtihad  dalam masalah Keesaan Allah atau jumlah doa harian karena ini sudah ditetapkan.

5Apa keutamaan Ijtihad?

Mujtahid  selalu mendapat pahala selama orang yang  berijtihad  melakukannya semata-mata karena Allah.

Hal ini karena kita membaca dalam hadits :

Jika seorang penguasa melakukan  ijtihad  dan mencapai keputusan yang benar, dia akan mendapatkan pahala ganda (yaitu satu untuk  ijtihadnya  dan yang lain untuk keputusannya yang benar.) Dan jika dia mencapai keputusan yang salah, dia hanya mendapat satu pahala (Diriwayatkan dalam Sunnan  Abu Dawud).

Ijtihad adalah untuk orang-orang moderat yang mengikuti tuntunan Islam yang sebenarnya.

Umat ​​Islam tidak lepas dari  mujtahidin , karena di setiap waktu ada banyak ulama dan  mujtahidin  yang diserahi tugas menjaga agama Allah, membela hukum-Nya, dan menawarkan solusi kepada umat.(th)

 

 

 

Share

Komentar